Practice what you preach – Preach what you practice

Bekerja di Badan Sistem Informasi UII adalah bekerja dengan hati, bekerja dengan pemahaman, bukan karena sekedar diperintahkan."

Sebagai kepala Badan Sistem Informasi, Universitas Islam Indonesia (BSI UII) (2018-2022), salah satu filosofi yang terus menerus saya tekankan di kantor adalah pentingnya untuk bekerja bukan hanya giat, tapi bekerja cerdas. Saya menterjemahkan model bekerja ini dengan dua buah filosofi kerja.

Filosofi pertama adalah Practice What You Preach. Setiap Kamis pagi, kami di BSI UII secara rutin menyelenggarakan kegiatan yang kami sebut sebagai TechTalk. TechTalk menjadi salah satu sarana kami secara internal untuk mendiseminasi pengetahuan, mendiseminasi pemahaman, dan upgrade keilmuan terutama terkait teknologi informasi di lingkungan BSI UII. Ajang ini menjadi wahana agar setiap anggota keluarga BSI (yang kami menyebutnya sebagai sahabat BSI) memahami apa yang sedang terjadi, apa yang sedang dipelajari, dan apa yang diinginkan di BSI ini ke depan.

Kegiatan update teknologi ini menjadi kegiatan yang sangat penting bagi kami. Teknologi Informasi adalah ranah pengetahuan yang akselerasi pengetahuannya sangat cepat sekali, bisa setahun sekali teknologi telah berganti, atau bahkan mungkin kurang dari setahun. Pengalaman pribadi, dahulu, di awal tahun 2000, ketika saya belajar Java Script, yang namanya Java Script ya jelas satu hal itu, terdefinisi dengan jelas. Di masa kini, engineer dihadapkan pada beragam pilihan framework, ada React, Angular, Vue, dlsb. Setiap pilihan mengandung konsekuensi tersendiri tentunya.

Meskipun demikian, TechTalk ini bukan sekedar menjadi ajang dalam rangka memenuhi tugas pekanan, tapi juga jadi alat motivasi untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja BSI UII, sampai pada tingkatan individual, wabil khusus pengisi materi TechTalk internal. Dia harus menjadi agen perubahan yang akan melakukan perubahan kepada dirinya sendiri, dan juga perubahan di sekelilingnya. Senafas dengan apa yang disampaikan dalam Alquran

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ – 61:2

Wahai orang-orang yang beriman, mengapa engkau menyampaikan sesuatu yang tidak engkau lakukan.

Surat Ash Shaf mengingatkan kepada kita semua, bahwa sahabat BSI bukanlah jarkoniiso ujar ora iso nglakoni (bisa menyampaikan tapi tidak bisa menjalani), atau ndelok, kendel alokbisanya hanya berkomentar. Setiap angggota sahabat BSI menjadi contoh bagaimana praktik IT yang baik dilakukan di lingkungan organisasi, khususnya BSI, dan umumnya UII.

Filosofi yang kedua adalah Preach What You Practice. Sahabat BSI punya tanggung jawab untuk menyampaikan kepada khalayak tentang apa saja yang telah mereka lakukan di BSI. Tiga peran BSI UII, melayani, mendampingi, dan mengakselerasi, hanya bisa dicapai ketika semua stakeholders di UII memahami dengan baik apa yang dicitakan oleh pimpinan yang kemudian diterjemahkan oleh BSI. Artinya, BSI UII memiliki tanggung jawab besar agar perubahan value di UII terutama yang berbasis teknologi informasi bisa diterima oleh seluruh stakeholders. Hal ini sejalan dengan apa yang diwahyukan dalam Alquran, surat Ali Imran, ayat 79

 وَلَٰكِن كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ – 3:79

Akan tetapi hendaklah kalian menjadi generasi Rabbani, generasi yang mengajarkan Alkitab, dan kemudian mengajarkannya.

Obsesi seorang generasi Rabbani adalah MENGAJARKAN terlebih dahulu sebelum BELAJARSetiap pengajar pasti belajar, akan tetapi belum tentu yang belajar akan menjadi pengajar. Di BSI UII, ketika obsesi yang dibangun adalah melakukan perubahan, dan akan mengajarkan perubahan tersebut ke lingkungan sekitar UII, maka dapat dipastikan sahabat BSI akan melakukan proses belajar terlebih dahulu, sehingga filosofi pertama tidak dilanggar. Dengan dua filosofi ini, BSI UII terus berbenah, dan berbagi, untuk kebaikan bersama institusi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *