Nilai strategis teknologi informasi – Badan Sistem Informasi UII

Dalam pemaparan action plan pada bulan Maret 2018, Rektor UII (2018-2022), Fathul Wahid, PhD, yang pada saat itu masih menjabat sebagai Kepala BSI UII menyampaikan tentang filosofi ke mana UII akan bergerak. Filosofi bergerak ini dilandaskan pada ayat Alquran, yakni QS Ibrahim: 24-25

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ – 14:24

تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ – 14:25

Have you not considered how Allah presents an example, [making] a good word like a good tree, whose root is firmly fixed and its branches [high] in the sky? It produces its fruit all the time, by permission of its Lord. And Allah presents examples for the people that perhaps they will be reminded.

Allah memberikan perumpamaan, sebagai seorang muslim, maka dia harus memiliki pondasi (aqidah) yang kuat, laksana pohon yang akarnya menghunjam ke dalam bumi. Akar yang kuat ini akan menjamin bahwa pohon yang akan tumbuh di atasnya telah mempersiapkan dirinya sebaik mungkin terhadap apa-apa saja yang akan dihadapi oleh muslim ke depannya, baik dalam keadaan suka maupun duka. Akan tetapi menjadi seorang muslim tidak lah cukup dengan beraqidah yang kuat. Sebuah rumah, yang hanya terdiri dari pondasi saja, bukanlah sebuah rumah namanya. Maka, muslim haruslah memiliki eksistensi, dia harus nampak di sekitarnya. Inilah konsep yang dalam surat Ibrahim disebut sebagai batang yang menjulang ke langit. UII tidak bisa berapologi dengan mengatakan, bahwa cukuplah kebaikan Islam bagi kita. Tapi bagaimana kebaikan Islam bisa ditampakkan oleh  oleh UII. Islam tidak bisa hanya tenggelam di dalam tanah, sekuat apa pun dia, tapi sama sekali tidak akan memberikan kebaikan apa pun ketika dia disembunyikan. Kebaikan ini harus ditampakkan, bahkan hingga sejauh mata memandang. Sehingga orang sekitar dapat melihat, oh, this is what Islam is all about.

Menjadi orang yang besar nampaknya seperti sesuatu yang expected bagi muslim. Muslim diekspektasikan yang akan membawa kepada perubahan peradaban ke arah kebaikan. Islam hadir untuk membangun bukan hanya dari sisi ibadah an sich, tapi juga kultur, budaya, pembanguna manusia, dan lain sebagainya. Itulah mengapa di ayat ke 25, Allah memberikan gambaran bahwa muslim hendaknya dapat memberikan kemanfaatan bagi yang lain, sebagaimana buah yang dihasilkan pohon, yang bahkan pohonnya sendiri nyaris tidak pernah memanfaatkan buah yang dia produksi. Hal ini selaras dengan konsep khayrunnaasi anfa’ahum linnas, sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi yang lainnya dan selaras pula dengan misi UII yakni menegakkan Wahyu Illahi dan Sunnah Nabi sebagai sumber kebenaran abadi yang membawa rahmat bagi alam semesta melalui pengembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, sastra dan seni yang berjiwa Islam, dalam rangka membentuk cendekiawan muslim dan pemimpin bangsa yang bertakwa, berakhlak mulia,  berilmu amaliah dan beramal ilmiah, yang memiliki keunggulan dalam keislaman, keilmuan,  kepemimpinan, keahlian, kemandirian dan profesionalisme.

Inilah peran besar UII, yang tentunya Badan Sistem Informasi, sebagai badan strategis di bawah rektor juga harus dapat membantu menerjemahkan konsep besar ini ke dalam ranah teknologi informasi yang diembannya.

Hari ini adalah hari di mana kita melihat digitalisasi dalam banyak hal. Dosen, staf, dan mahasiswa hidup pada periode di mana perubahan teknologi, terutama teknologi informasi terjadi secara masif, dalam waktu singkat, yang tentu saja menantang sekaligus membawa kesempatan baru. Sangat banyak sekali aspek kehidupan kita saat ini yang telah mengalami digitalisasi. Teknologi informasi nyata memiliki pengaruh langsung, tak terkecuali teknologi informasi di Universitas Islam Indonesia. Teknologi informasi adalah salah satu agen yang membantu terbentuknya cendekiawan muslim dan pemimpin bangsa yang mampu membawa perubahan.

BSI UII sangatlah diharapkan mampu membawa, memperkenalkan, mengadaptasi dan menjadi bagian penting dari perubahan-perubahan teknologi informasi yang akan mendukung seluruh kegiatan di UII dan mampu membedakan UII dengan institusi pendidikan tinggi yang lain.

Practice what you preach – Preach what you practice

Bekerja di Badan Sistem Informasi UII adalah bekerja dengan hati, bekerja dengan pemahaman, bukan karena sekedar diperintahkan."

Sebagai kepala Badan Sistem Informasi, Universitas Islam Indonesia (BSI UII) (2018-2022), salah satu filosofi yang terus menerus saya tekankan di kantor adalah pentingnya untuk bekerja bukan hanya giat, tapi bekerja cerdas. Saya menterjemahkan model bekerja ini dengan dua buah filosofi kerja.

Filosofi pertama adalah Practice What You Preach. Setiap Kamis pagi, kami di BSI UII secara rutin menyelenggarakan kegiatan yang kami sebut sebagai TechTalk. TechTalk menjadi salah satu sarana kami secara internal untuk mendiseminasi pengetahuan, mendiseminasi pemahaman, dan upgrade keilmuan terutama terkait teknologi informasi di lingkungan BSI UII. Ajang ini menjadi wahana agar setiap anggota keluarga BSI (yang kami menyebutnya sebagai sahabat BSI) memahami apa yang sedang terjadi, apa yang sedang dipelajari, dan apa yang diinginkan di BSI ini ke depan.

Kegiatan update teknologi ini menjadi kegiatan yang sangat penting bagi kami. Teknologi Informasi adalah ranah pengetahuan yang akselerasi pengetahuannya sangat cepat sekali, bisa setahun sekali teknologi telah berganti, atau bahkan mungkin kurang dari setahun. Pengalaman pribadi, dahulu, di awal tahun 2000, ketika saya belajar Java Script, yang namanya Java Script ya jelas satu hal itu, terdefinisi dengan jelas. Di masa kini, engineer dihadapkan pada beragam pilihan framework, ada React, Angular, Vue, dlsb. Setiap pilihan mengandung konsekuensi tersendiri tentunya.

Meskipun demikian, TechTalk ini bukan sekedar menjadi ajang dalam rangka memenuhi tugas pekanan, tapi juga jadi alat motivasi untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja BSI UII, sampai pada tingkatan individual, wabil khusus pengisi materi TechTalk internal. Dia harus menjadi agen perubahan yang akan melakukan perubahan kepada dirinya sendiri, dan juga perubahan di sekelilingnya. Senafas dengan apa yang disampaikan dalam Alquran

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ – 61:2

Wahai orang-orang yang beriman, mengapa engkau menyampaikan sesuatu yang tidak engkau lakukan.

Surat Ash Shaf mengingatkan kepada kita semua, bahwa sahabat BSI bukanlah jarkoniiso ujar ora iso nglakoni (bisa menyampaikan tapi tidak bisa menjalani), atau ndelok, kendel alokbisanya hanya berkomentar. Setiap angggota sahabat BSI menjadi contoh bagaimana praktik IT yang baik dilakukan di lingkungan organisasi, khususnya BSI, dan umumnya UII.

Filosofi yang kedua adalah Preach What You Practice. Sahabat BSI punya tanggung jawab untuk menyampaikan kepada khalayak tentang apa saja yang telah mereka lakukan di BSI. Tiga peran BSI UII, melayani, mendampingi, dan mengakselerasi, hanya bisa dicapai ketika semua stakeholders di UII memahami dengan baik apa yang dicitakan oleh pimpinan yang kemudian diterjemahkan oleh BSI. Artinya, BSI UII memiliki tanggung jawab besar agar perubahan value di UII terutama yang berbasis teknologi informasi bisa diterima oleh seluruh stakeholders. Hal ini sejalan dengan apa yang diwahyukan dalam Alquran, surat Ali Imran, ayat 79

 وَلَٰكِن كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ – 3:79

Akan tetapi hendaklah kalian menjadi generasi Rabbani, generasi yang mengajarkan Alkitab, dan kemudian mengajarkannya.

Obsesi seorang generasi Rabbani adalah MENGAJARKAN terlebih dahulu sebelum BELAJARSetiap pengajar pasti belajar, akan tetapi belum tentu yang belajar akan menjadi pengajar. Di BSI UII, ketika obsesi yang dibangun adalah melakukan perubahan, dan akan mengajarkan perubahan tersebut ke lingkungan sekitar UII, maka dapat dipastikan sahabat BSI akan melakukan proses belajar terlebih dahulu, sehingga filosofi pertama tidak dilanggar. Dengan dua filosofi ini, BSI UII terus berbenah, dan berbagi, untuk kebaikan bersama institusi ini.

eduroam UII, eduroam Indonesia

eduroam

Suatu hari saya dan istri bersama dengan kawan baik sewaktu masih studi S3 di The Univesity of Queensland, Imam Santoso, berkesempatan untuk jalan-jalan ke The University of Auckland, New Zealand. Sebenarnya kami sama sekali tidak merencanakan untuk pergi ke sana, karena tujuan awal kami ke New Zealand adalah untuk berlibur di South Island dari New Zealand yang memang terkenal ciamik alam pemandangannya. Akan tetapi pada hari keberangkatan kami, terjadi badai salju di Christchurch yang memaksa kami harus mengalihkan pesawat pindah ke Auckland. Di sana, kami berjumpa kawan lama pada saat saya sekolah master di NTU Singapura,  yang saat itu sedang menetap di Auckland. Oleh kawan saya, kami diajak untuk jalan-jalan, salah satunya adalah ke The University of Auckland, New Zealand.

Saat kami sedang berada di sana, tiba-tiba smartphone kami mendapatkan notifikasi dari beberapa aplikasi, padahal saat itu belum beli SIM Card lokal. Ternyata smartphone kami semua langsung terhubung ke dalam jaringan eduroam yang tersedia di The University of Auckland. “Wow! Demikian seru kami” Jejaring eduroam ternyata sampai juga di New Zealand. Saat itu, kami yang bersekolah di Australia, banyak yang memanfaatkan jejaring WiFi eduroam yang tersedia di hampir seluruh kampus di Australia. Sehingga kemanapun kami pergi di Australia, kami akan langsung mendapatkan koneksi WiFi tanpa harus bertanya kesana kemari hanya untuk mendapatkan akses WiFi. Kami tidak perlu menghubungi IT Support kampus yang kami tuju, karena otomatis WiFi di laptop atau smartphone kami dapat langsung terhubung secara seamless.

Apa sih eduroam itu?

Dari website eduroam.org, didefinisikan sebagai berikut:

“eduroam (education roaming) is the secure, world-wide roaming access service developed for the international research and education community.

Having started in Europe, eduroam has gained momentum throughout the research and education community and is now available in 72 territories.”

Saat ini, eduroam telah tersedia di 89 negara, di lebih dari 12,000 institusi pendidikan dan riset. Manfaat yang sangat terasa dengan keberadaan eduroam adalah, sering kali kami berkolaborasi dengan kolega dari universitas yang berbeda, kami saling berkunjung dari universitas satu ke universitas lain, baik sekedar main saja, ataupun melakukan riset bersama, dan kami tidak pernah direpotkan dengan kendala WiFi untuk membantu pekerjaan kami.

Pulang sekolah S3 dari Australia, sepertinya bagi saya, hanya bermimpi saja untuk bisa mendapatkan konektivitas WiFi dengan model eduroam tadi. Hingga bulan Maret tahun 2016, Rektor UII saat itu, Bp. Harsoyo meminta saya dan beberapa rekan untuk membantu menangani transformasi layanan teknologi informasi di UII. Sebuah kesempatan besar pikir saya. Sejak saat itu, salah satu yang ada dalam pikiran saya adalah bagaimana wifi di UII bisa sekelas kampus-kampus besar di dunia, dan bagaimana caranya UII bisa terhubung dengan eduroam.

Saat ini, setiap tahunnya, ada ribuan baik dosen maupun mahasiswa UII yang melakukan travelling ke berbagai kampus di berbagai belahan dunia. Begitu juga UII seringkali mendapatkan tamu, baik exchange student, visiting professor dari berbagai kampus dunia. Dari sini, kebutuhan UII untuk terhubung dalam jejaring eduroam, orang Inggris bilang, inevitable.

Alhamdulillah, mulai bulan Maret 2017, UII sudah terhubung ke dalam jejaring eduroam. Pada saat UII terhubung dengan eduroam, baru ada satu kampus yang sudah memiliki koneksi eduroam, yakni ITB. Kini UII dan ITB, keduanya berperan sebagai National Roaming Operator eduroam, yakni yang memiliki tanggung jawab untuk menghubungkan lembaga pendidikan tinggi dan riset di Indonesia untuk terhubung ke eduroam internasional.

Bagaimana cara terhubung dengan eduroam?

Sederhana saja, asal kita sudah pernah terhubung dengan SSID WiFi eduroam sebelumnya di kampus/institusi tempat kita berasal, ke manapun kita pergi, perangkat kita akan mencari sendiri sinyal eduroam, dan kita akan otomatis terhubung di dalamnya. Intinya eduroam akan sangat memanjakan user 🙂 And we are so happy and proud about it 🙂

 

Bacaan lanjut:

Website eduroam Indonesia: https://eduroamid.info
Website eduroam internasional: https://eduroam.org